"Jalan dakwah hanya satu. Jalan inilah yang dilalui oleh Rasulullah s.a.w. dan para sahabat baginda. Demikian juga kita dan para pendokong dakwah, sama-sama melaluinya berpandukan taufik dari Allah s.w.t. Kita dan mereka melaluinya berbekalkan iman, amal, mahabbah (kasih sayang) dan ukhuwwah (persaudaraan). Rasulullah s.a.w. menyeru mereka kepada iman dan amal, kemudian menyatupadukan hati-hati mereka di atas dasar mahabbah dan ukhuwwah. Berpadulah kekuatan iman, kekuatan akidah dan kekuatan kesatuan. Jadilah jamaah mereka jamaah yang ideal sebagai model. Kalimahnya mesti lahir dan dakwahnya pasti menang walaupun ditentang oleh seluruh penghuni muka bumi ini." [Syeikh Mustafa Masyhur]

Followers

Tuesday, December 29, 2009

SELAMAT TINGGAL 2009...

Ada awal, ada akhirnya...
Ada pangkal, ada hujungnya...

Kini...
Telah sampai ke penghujung tahun 2009...

Banyak kenangan yang pahit mahupun manis telah kulalui...

Di Penghujung tahun ini,

ku hanya mampu menatap kembali kehidupanku

Setahun telah berlalu, ku cari refleksi diri, dimana resolusi..

Ah..waktu begitu cepat berlalu…

Seakan tak biarkan ku bernafas lega..

Melawan gejolak asa

Menahan kemelut jiwa

Hingga di penghujung tahun.


O Diri…

Tataplah dirimu…tataplah lakumu

Bercerminlah, lihatlah disana…kau kah yang disana?

Wajah kusut dan bermuram durja

Langkah angkuh dari sekeping jiwa yang ringkih, lemah tak berdaya

Apa yang akan kau banggakan dengan dirimu???

Apa yang akan kau perbuat dengan masa depanmu???


Setahun, dua tahun, tiga tahun, kulalui dengan sia-sia

Sudah berbuat apa saja aku ini

Masa yang begitu berharga

Ku biarkan terbang, lenyap, melayang

Lalu…akan kemana hidupku ini

Airmatapun, habis, kandas tak tersisa

Namun sia-sia, tak ada guna


Sejenak ku terpaku…terdiam, ku pandangi langit kelam

Ku lihat gemerlap bintang, tersenyum menyapa, seakan mengajakku bercanda

Atau mungkin sedang tertawa, menatap diriku yang bodoh

Tapi ku dengar bintang itu berbisik...

"Hey...kemana langkah mu kan kau teruskan?

"jangan biarkan dirimu larut dalam kubangan penyesalan atas kegagalan,

"jangan biarkan dirimu terkubur dalam mimpi yang tak mungkin kau raih”

"bangkitlah..masih ada hari esok, masih ada mentari pagi”

“berdirilah, berlarilah..kejarlah sejuta mimpi lain yang masih menanti”


Ku tunduk, meresapi setiap detik yang kini berlalu

Menikmati setiap tetes darah dari goresan luka kehidupanku

Namun ku tersenyum...ku mengangguk

Ku setuju pada bintang...

Yaa..masih ada secercah harapan

Walau semua masih misteri

Masih ada pagi yang cerah

Tuk menguak awan yang hitam

Pagi..Jemputlah aku dengan masa ku menanti Penuh rindu….


Ya Allah...
Jadikanlah tahun ini yang terbaik bagiku,
Berkatilah kehidupahnku sepanjang tahun ini,
Redhailah terhadap setiap perbuatanku pada tahun ini.

Amiin...

Sunday, December 13, 2009

Muhasabah Diri Akhir Tahun

Wahai manusia !

Aku hairan pada orang yang yakin akan kematian,
Tapi hidup bersuka ria.

Aku hairan pada orang yang yakin akan pertanggungjawaban segala amal perbuatan di akhirat,
Tapi asyik mengumpulkan harta.

Aku hairan pada orang yang yakin akan kubur,
Tapi ia masih boleh tertawa terbahak-bahak.

Aku hairan pada orang yang yakin akan adanya alam akhirat,
Tapi ia menjalani hidupnya dengan bersantai-santai.

Aku hairan pada orang yang yakin akan kehancuran dunia,
Tapi ia masih sibuk mengejarnya.

Aku hairan orang yang mengaku intelektual,
Tapi bodoh dalam soal moral.

Aku hairan pada orang yang bersuci dengan air,
Tapi hatinya masih tetap kotor.

Aku hairan pada orang yang sibuk mencari cacat dan aib orang lain,
Tapi ia tidak sadar sama sekali terhadap cacat yang ada pada dirinya.

Aku hairan pada orang yang yakin bahwa Allah SWT sentiasa mengawasi segala perilakunya,
Tapi ia berbuat durjana.

Aku hairan pada orang yang sedar akan kematiannya, kemudian akan tinggal dalam kubur seorang diri, lalu diminta pertanggungjawaban seluruh amal perbuatannya,

Tapi masih berharap belas kasihan daripada orang lain.

Wahai manusia !

Hari demi hari usiamu kian berkurang,
Tapi engkau tidak pernah menyedarinya.
Setiap hari Allah datangkan rezeki kepadamu,
Tapi engkau tidak pernah memujiNya.
Dengan pemberian yang sedikit, engkau tidak pernah mahu berlapang dada.
Dengan pemberian yang banyak, engkau tidak juga pernah merasa kenyang.

Wahai manusia !

Setiap hari Allah datangkan rezeki untukmu.
Tapi setiap malam malaikat datang kepadaNya dengan membawa catatan perbuatan jelekmu.
Engkau makan dengan lahap rezekiNya,
Tapi engkau tidak segan-segan pula berbuat durjana kepadaNya.

Wahai Manusia !

Allah kabulkan jika engkau memohon kepadaNya,
KebaikanNya tak putus-putus mengalir untukmu.
Namun sebaliknya, catatan kejelekanmu sampai kepadaNya tiada henti.
Allah adalah pelindung terbaik untukmu,
Tapi engkau hamba terjelek bagiNya.

Wahai Manusia !

Kau raup segala apa yang Allah berikan kepadamu,
Tapi Allah tutupi kejelekan yang kau perbuat secara terang-terangan.
Tidak malukah kalian kepada Allah?

Wahai Manusia !

Engkau melupakan Allah
Tapi engkau ingat pula kepada yang lain.
Kepada manusia engkau merasa takut,
Tapi kepada Allah engkau merasa aman-aman saja.
Pada manusia engkau takut dimarahi,
Tapi pada kemurkaan Allah engkau tak peduli.

Wahai Manusia !

Bersujudlah dan bertaubatlah kepada Allah SWT serta menangislah.
Betapa banyak dosa yang telah kita lakukan selama ini.
Lihatlah, betapa banyak kelalaian yang telah kita lakukan selama ini!

Ya Allah,

Aku hanyalah sebutir pasir di gurun-Mu yang luas
Aku hanyalah setetes embun di lautan-Mu yang meluap hingga ke seluruh samudera
Aku hanya sepotong rumput di padang-Mu yang memenuhi bumi
Aku hanya sebutir kerikil di gunung-Mu yang menjulang menyapa langit
Aku hanya selonggok bintang kecil yang redup di samudera langit Mu yang tanpa batas.

Ya Allah,

Hamba yang hina ini menyedari tiada ertinya diri ini di hadapan Mu.
Tiada Engkau sedikitpun memerlukanku,
Tapi hamba ini terus menggantungkan segunung harapan pada Mu.

Ya Allah,

Ibadahku hanya sepercik air
Bagaimana mungkin sepercik air ini dapat memadamkan api neraka Mu.
Betapa sedar diri ini begitu hina dihadapan-Mu.
Jangan jadikan hamba hina dihadapan makhluk-Mu.
Diri yang tangannya banyak maksiat ini,
Mulut yang banyak maksiat ini,
Mata yang banyak maksiat ini,
Hati yang telah dikotori oleh noda ini,
Yang memiliki keinginan setinggi langit,
Mungkinkah hamba yang hina ini menatap wajahMu Yang Mulia?

Ya Allah,

Ampunilah aku dan saudara-saudaraku yang telah memberi erti dalam hidupku,
Berikanlah kejayaan dan mudahkanlah urusan mereka,
Mungkin tanpa kami sedari,
Kami pernah melanggar aturan Mu.

Ya Allah,

Ampunilah kami,
Pertemukan kami dalam syurga Mu dalam bingkai kecintaan kepada Mu.

Ya Allah,

Siangku tak selalu dalam iman yang teguh,
Malamku tak senantiasa dibasahi airmata taubat,
Pagiku tak selalu terhias oleh zikir kepada Mu,
Begitulah si lemah ini dalam upayanya yang sedikit
Janganlah kau cabut nyawaku dalam keadaan lupa pada Mu,
Atau dalam maksiat kepada Mu.
Ya Tuhanku tutuplah untuk kami dengan sebaik-baiknya penutupan !!!

Ya Allah,

Kami bukanlah hamba Mu yang pantas memasuki syurga firdaus Mu,
Tidak pula kami mampu menanggung akan siksa api neraka Mu,
Berilah hamba Mu ini ampunan, dan hapuskanlah dosa-dosa kami,
Sesungguhnya hanya Engkaulah Sang Maha Pengampun.

Ya Allah,

Dosa-dosa kami seperti butiran pasir dipantai,
Anugerahilah kami ampunan wahai Yang Maha Agung,
Umur kami semakin berkurang setiap hari,
Tapi dosa-dosa kami terus bertambah.
Adakah pintu taubatku masih terbuka?

Ya Allah,

Hamba Mu yang penuh maksiat ini bersimpuh menghadapMu,
Ku akui dosa-dosaku dan memohon ampun kepadaMu,
Ampunilahku Ya Allah,
Kerana hanya Engkaulah Sang Pemilik Ampunan,
Bila Engkau campakkan kami, kepada siapa dan kemana kami mesti berharap selain dari Mu?

Ya Allah,

Alangkah indah jika diri ini mampu mengisi hembusan nafas dengan bertasbih,
Sebelum terbitnya fajar sebelum terbenamnya sang mentari.
Alangkah bertuah diri ini jika hingga ke akhir hayat berada dalam zikrullah,
Bibir yang sentiasa basah dengan syahadah menjadi penyudah untuk melangkah ke alam barzah.
Sesungguhnya apa yang lebih bererti bagi insan ini,
Melainkan hanya mengharap limpah RedhaMu...

Ya Allah,

Maafkanku Ya Allah,
Ampunkanlah segala dosa-dosaku,
Maafkanlah segala kesalahan ku,
Bantulah aku Ya Allah,
Tunjukkan aku jalan yang lurus, jalan yang telah Rasul dan para Nabi lalui.
Sesungguhnya Engkau lebih mengetahui apa yang terbaik untukku.

Amiin...

Thursday, December 3, 2009

Menerima Hakikat Manusia Akan Disulami Ujian

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIIM...

Manusia tidak lari dari ditimpa musibah. Oleh kerana hidup manusia pasti akan disulami dengan musibah, maka Allah mengajarkan kita cara menghadap musibah. Banyak hadith dan ayat Quran yang membicarakan mengenai cara menghadapi musibah. Ada tiga peringkat mengenai sikap manusia ketika ditimpa sesuatu musibah.

1. Pada permulaannya, berlaku penolakkan. Di peringkat ini, manusia tidak menerima hakikat bahawa sesuatu telah hilang darinya, sesuatu telah tiada, sesuatu telah menimpa dan sebagainya. Dia akan cuba lari dari hakikat dan masalah. Jika dia cuba lari dari menerima hakikat, jiwanya akan semakin tertekan, hatinya semakin sempit dan fikirannya semakin keliru.

Di dalam Islam, kita perlu jujur menerima hakikat diri kita. Semakin berani kita untuk jujur menerima hakikat diri semakin tenang jiwa kita. Sebab itu di dalam Islam ada konsep muhasabah. Muhasabah bererti menerima kekurangan dan kelemahan yang ada pada diri. Jika kita tidak dapat menerima hakikat diri kita, maka kita tidak akan dapat membuat perubahan di dalam diri kita.

2. Peringkat kedua, manusia akan mengeluh, marah-marah, mendongkol, menyalahkan orang lain dan yang paling parah ialah apabila menyalahkan takdir. Di peringkat ini, mereka telah menerima hakikat bahawa mereka sedang melalui masa getir, tetapi mendongkol dengan keadaan diri. Sesungguhnya, mengeluh tidak merubah apa-apa. Sikap marah-marah juga tidak merubah apa-apa. Dia akan membuatkan kita semakin tertekan dan terhimpit. Sudahlah ditimpa musibah, hati pula hilang bahagia.

Di dalam Islam, kita ada konsep muraqabah, iaitu rasa sentiasa diawasi oleh Allah. Hari ini jika kita senang, Allah mahu melihat apa yang kita lakukan begitu juga apabila kita susah. Allah akan melihat apa yang akan kita lakukan. Semua, susah dan senang ada nilaian pahala jika kita membuat sesuatu dengan betul. Jika kita rasa sentiasa diawasi Allah, kita akan selalu mencari keredhaannya. Waktu senang kita tidak lupa Allah, waktu susah kita bergantung sepenuhnya denganNya. Akhirnya, senang dan susah tetap tenang dan tetap bahagia.

3. Peringkat ketiga barulah biasanya manusia menerima segala apa ketentuan hidupnya. Barulah tidak marah-marah, tidak mengeluh dan sebagainya. Walaubagaimanapun, jika salah kefahamannya, manusia akan putus asa, hilang harapan, hilang semangat, hilang rasa untuk terus berusaha. Akhirnya, hidupnya semakin murung, semakin tidak ceria dan semakin kusut.

Di dalam Islam, apabila kita telah menerima kita di dalam keadaan susah, ada konsep tawakkal. Tawakkal ialah kita berusaha dan bakinya kita serahkan pada Allah untuk menyempurnakannya. Jika perniagaan kita gagal, kita usahakan terus, ubah sana dan sini, baki serah pada Allah. Jika rumah tangga kita gagal, kita usahakan untuk perbaiki, baki yang diluar kemampuan kita, kita serah pada Allah.

Orang yang ada konsep muhasabah dan tawakkal akan sentiasa positif di dalam hidupnya. Dia akan sentiasa tenang walaupun musibah itu ibarat bukit yang menghempapnya. Sesungguhnya, semua manusia akan diuji dengan musibah, yang membezakan orang beriman atau tidak ialah di hujung ujian.

Jika di hujung ujian dia tetap tidak putus asa, tetap berusaha, tetap tenang, tetap berjuang maka dia adalah pemenang di dalam ujian tersebut.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...